Salam Pemuda,

Ketika menawarkan Partai Pemuda Indonesia (PPI) kepada beberapa rekan di Salatiga, pertanyaan yang ‘mengusik’ saya yaitu: “Di sini akan dapat apa?”, dan “Ada uangnya apa tidak?”

Wah.., terus terang, kalau itu yang menjadi motivasi utama ikut partai politik, maaf…, kami tidak sepakat.

Kami masuk partai untuk dapat ikut berperan bagi masyarakat melalui partai politik. (he he.. idealis ya…?!) Ya…, mungkin melalui partai politik, kami dapat menyalurkan “hobi” kami berorganisasi, bertemu orang-orang baru, berdiskusi, dan ikut serta berbincang mengenai kehidupan masyarakat.

Apakah harus lewat partai politik? Jelas tidak ! selain lewat partai banyak sarana lain untuk itu, misalnya organisasi-organisasi kemasyarakatan (LSM) atau bahkan bisa tanpa terikat oleh organisasi tertentu.

Apakah harus PPI, tidak..!, Banyak partai lain yang juga bisa dimasuki.

Sebelum kenal (dikenalkan dengan) PPI, secara pribadi saya mencoba ber-perhatian pada Salatiga, dengan membuat website http://www.salatiga.biz, yang (pada waktu itu) diharapkan dapat menjadi gerbang informasi tentang Salatiga, khususnya informasi bisnis.

Dalam salatiga.biz, juga dilengkapi dengan FORUM DISKUSI ( http://diskusi.salatiga.biz ), yang saya sediakan dengan harapan dapat menjadi SUARA WARGA Salatiga, yang peduli pada kota Salatiga. Walau ternyata setelah beberapa bulan ‘aktif’ perkembangan FORUM DISKUSI itu terasa sangat lambat, namun dengan makin banyaknya orang Salatiga yang memiliki akses internet, saya masih punya harapan FORUM WARGA itu dapat berkembang lebih lanjut.

Secara pribadi, saya juga concern pada masyarakat, dengan kadang-kadang menulis SURAT PEMBACA di Suara Merdeka, untuk beberapa hal yang saya rasa perlu. Surat-surat pembaca yang saya tulis ada di sini

www.salatiga.biz maupun FORUM DISKUSI, juga SURAT PEMBACA, tidak ada hubungannya dengan PPI, sebab itu semua saya lakukan jauh sebelum saya kenal (dikenalkan) dengan PPI. Artinya, dengan atau tanpa PPI, aktivitas concern pada masyarakat (dan pada Kota Salatiga) tetap saya lakukan, dan PPI adalah wadah yang lain lagi selain ‘wadah-wadah lain’ yang sudah ada.

Pertanyaan lain yang diajukan teman-teman yang baru dengar nama PPI adalah, “Siapa tokohnya di Jakarta?”

Ketika saya ngomong-omong dengan rekan DPD di Semarang, siapa tokoh PPI di Jakarta, tidak perlu terlalu dipersoalkan, karena kita fokus di daerah, ya di daerah masing-masing itu tokohnya siapa? Justru kita-kita sendiri ini yang diharapkan jadi tokoh PPI di daerah.

Bahwa figur di pusat bisa menjadi ‘tolok-ukur’ tetapi kebijakan PPI, sangat tergantung dari masing-masing daerah. Kebijakan pusat hanyalah rambu-rambu, tetapi otonomi di daerah sangat dihargai. Itu sebabnya juga saya mau masuk PPI, karena di daerah, kita tidak hanya akan jadi ‘mainan’ dari orang-orang pusat.

Jadi.., jika Anda berjiwa muda, punya perhatian (concern) pada masyarakat (khususnya di Kota Salatiga), PPI dapat menjadi wadah Anda untuk ‘berkreativitas’. Kami terbuka untuk bersama Anda mengembangkan PPI di Kota Salatiga.

Tetapi jika Anda-pun bertanya, “Dapat apa dari PPI?”, “Ada uangnya apa tidak?”, maaf, itu pertanyaan yang sangat ‘mengganggu’ kami. Kami berniat tidak akan menggunakan ‘politik uang’ untuk menjalankan PPI di Kota Salatiga.

Percayakan pada pemuda..!
Ketua DPC PPI Kota Salatiga